Kamis, 21 Januari 2010

Investasi Dinar Iraq

Fakta :
Fakta dan Sejarah menunjukkan nilai mata uang di Timur Tengah sangat kuat terhadap mata uang Dollar Amerika, lihat data berikut ini :
1 Dinar Kuwait = USD 3.421 Dinar Iraq = USD 3.30**1 Dinar Bahrain = USD 2.651 Dinar Oman = USD 2.611 Dinar Jordan = USD 1.411 Pound Syria = USD 0.271 Dirham Arab = USD 0.26
(**=Nilai Kurs Dinar Iraq sebelum Perang)
Data - data di atas menunjukkan kuatnya nilai mata uang Dinar terhadap USD. Namun, fakta juga mengungkapkan bahwa kondisi negara yang mengalami peperangan juga berpengaruh terhadap nilai mata uangnya yang menurun.
Kasus 1 :
Pada saat perang dunia kedua, Jerman (Deutchmark) dan Jepang (Yen) mengalami penurunan nilai mata uang. Namun sebaliknya, setelah kondisinya pulih maka nilai mata uangnyapun menguat kembali.

Kasus 2 :
Kuwait sebelum perang dengan Iraq: 1 Dinar Kuwait = US$ 3,34
Pada saat perang : 1 Dinar Kuwait = US$ 0,10
6 tahun setelah perang 1 Dinar Kuwait = US$ 3,45

Kasus 3 :
Afghanistan sebelum perang : 1 Afg = US$ 0.03
Pada saat perang 1 Afg = US$ 0,0001
Setelah perang 1 Afg = US$ 0,02

Itulah fakta real yang terjadi bahwa perang juga berpengaruh terhadap nilai tukar mata uang negara yang dilanda peperangan.
Pada nilai tukar termurah saat ini para investor mancanegara membeli 1170 Dinar Iraq hanya dengan mengeluarkan 1 Dolar AS (IQD1170=US$1). Jika kemudian hari setelah Dinar Iraq memasuki Pasar uang internasional maka 1 Dinar Iraq menjadi setara 1 Dolar AS (IQD1=US$1), otomatis investor meraup keuntungan 1170 kali lipat. 1 Juta Dinar Iraq yang dibeli semasa sangat murah saat ini sama dengan 1170 Juta Dolar AS.

Pecahan 5000 Dinar Iraq


Depan :
Terusan Ali Beg dan air terjunnya setinggi 800 meternya. Terusan Ali Beg sepanjang 10 Km menghubungkan Gunung Kork dan Gunung Nwathnin, sekitar 60 Km dari Shaqlawa
Belakang :
Pelabuhan di Al-Ukhether, Hejira, pada abad kedua.
Pecahan 10000 Dinar Iraq


Depan :
Abu Ali Hsan Ibn al-Haitam, lahir di Basrah pada tahun 965 Masehi. Penemuannya yang paling populer adalah 7 Seri Kitab al-Manazir, di mana ia memberikan penjelasan yang benar tentang penglihatan, menunjukkan bahwa cahaya dipantulkan dari sebuah obyek ke mata kita.
Belakang :
Habda Minaret di Masjid Agung Nurid, Mosul, dibangun pada tahun 1172 oleh Nurriddin Zangi, pemimpin Turki.
Pecahan 25000 Dinar Iraq


Depan :
Petani Kurdi memegang ikatan gandum. Sebagai latar belakang ada tractor.
Belakang :
Raja Hammurabi. Dikenal dengan Dinasti Babilonia Pertama yang didirikannya pada 1700 SM. Ia juga memimpin Babilonia selama masa kejayaannya

Rabu, 18 November 2009

Emas Kembali Cetak Rekor Baru

New York - Emas kembali mencetak rekor harga tertingginya sehari setelah IMF mengumumkan penjualan 200 ton emasnya ke India. Dalam perdagangan, Rabu (4/11), harga emas di pasar London sempat menembus rekor tertinggi 1.087,80 dollar AS per troy ounce. Sementara harga di New York menembus 1.088,50 dollar AS per troy ounce.

IMF kemarin baru saja mengumumkan penjualan cadangan emasnya sebesar 200 ton ke Bank Sentral India dan meraup penjualan 6,7 miliar dollar AS.

Bart Melek dari BMO Capital Markets mengatakan, penjualan emas IMF kepada India itu memberikan keyakinan pada teori bahwa ada pembeli resmi menunggu sejumlah cadangan emas yang tersedia.

"Pertanyaannya sekarang adalah, siapa pembeli sisa emas IMF?" ujar Melek.

"Kami menduga pembelinya adalah China dan negara Asia lainnya, Rusia atau bahkan India lagi karena mereka memegang emas yang relatif sedikit dibandingkan dengan cadangan devisanya yang besar dan ingin mendiversifikasinya dari dolar AS," tambahnya.

Investasi Emas

CEO Managing Partner Vibiznews Alfred Pakasi mengatakan, investasi emas memiliki beberapa keuntungan. Pertama, emas memiliki likuiditas yang sangat mudah. Banyak toko yang menjual dan membeli emas di mana-mana.

"Kini, emas bisa dianggap sebagai mata uang. Semua mata uang di dunia mempunyai emas sebagai back up," ujar Alfred.

Kedua, harga emas akan selalu naik sehingga bisa menjadi pilihan saat krisis. Bahkan saat perang, inflasi tinggi, dan gejolak finansial.

Selain itu, terdapat aspek fundamental dalam emas. Alfred menambahkan emas memiliki 2 cara keuntungan, baik saat harga emas sedang naik maupun saat turun. Emas juga memiliki manfaat jangka panjang dan jangka pendek.

Saat harga naik, masyarakat bisa menjual emasnya tetapi saat harga emas turun, masyarakat bisa kembali membeli emas. Hal ini merupakan manfaat jangka pendek investasi emas.

Namun, jika masyarakat ingin investasi emas secara jangka panjang, emas bisa dibeli saat harga turun kemudian disimpan saja sampai berpuluh-puluh tahun. Hal ini tetap mendatangkan keuntungan karena harga emas akan selalu naik.

"Manfaatkan 2 ways opportunity, untuk long term kita buy and hold, untuk short term kita jual saat koreksi. Jadi, selalu untung," tegas Alfred.

Saat ini harga emas sedang tinggi karena harga per troy ounce emas mencapai angka di atas Rp 1000. Fenomena harga emas di Indonesia sempat mencapai harga paling tinggi pada Maret 2008 yang mencapai level Rp 311.300 per gram. Sumber: Surabaya Post,4 nop.2009.

Titik Klimaks Emas 1.200 Dollar


Kamis, 19 Nopember 2009
SURABAYA- Tren penguatan harga emas akan terus terjadi hingga akhir tahun akibat belum stabilnya kondisi ekonomi dunia. Meski demikian posisi 1.100-1.200 dollar AS per troy ounce diprediksi menjadi titik klimaks. Pasalnya, kenaikan sudah sangat tinggi yang membuka peluang profit taking.
“Trennya memang akan menguat hingga akhir tahun. Tapi akan beratahan di kisaran 1.100-1.200, naik turun sesuai permintaan pasar. Kalau ke posisi 1.500 dollar belum mungkin, itu terlalu drastis dan malah akan merugikan bila suatu saat ada koreksi,” jelas Eksekutif Direktur Asosiasi Pedagang & Produsen Emas Permata Indonesia (Appepi), Iskandar Husein, saat dihubungi, Kamis (5/11).
Semenatara harga emas dalam perdagangan di London, Rabu (4/11) melampaui puncak rekornya dekati 1.100 dollar AS atau tepatnya 1.093,10 dollar. Ini terjadi setelah penjualan besar-besaran emas dari Dana Moneter Internasional (IMF) ke India.
Sebelumnya, Selasa (3/11) harga emas telah mencapai rekor tingginya 1.087,80 karena IMF mengatakan pihaknya telah menjual 200 ton emas ke bank sentral India yang berlangsung selama dua pekan bulan lalu senilai 6,7 miliar dolar untuk meningkatkan keuangannya.
Sementara pada Kamis (5/11) pagi, harga emas menurun sedikit hingga pada level 1.091 dolar di perdagangan London. Dijelaskannya, kenaikan harga emas lebih didorong karena para fund manager internasional mencari tempat aman untuk investasinya saat pasar modal hingga sektor riil tidak stabil. Selain emas, mereka juga lari ke minyak. Dua komogiti ini dianggap sebagai save heaven meski tidak se-likuid saham di pasar modal.
"Meski sulit untuk memprediksi di jangka pendek ini, gambaran keseluruhan sangat baik," kata Mark Lynam, seorang eksekutif AngloGold Ashanti, produsen emas terbesar di dunia dalam konferensi tahunan Asosiasi Pasar Logam Mulia London di Edinburg. dya, AFP .Sumber: Surabaya Pos.

Tips Merawat Perhiasan Emas

Kamis, 19/11/2009, 10:45 WITA

Perhiasan emas selain bisa menunjang penampilan juga bisa sebagai investasi jangka panjang karena harga emas yang selalu naik. Namun bagaimana merawat perhiasan emas agar berumur panjang?

Dalam pemakaian, gunakan perhiasan setelah anda memakai make up baik pada wajah dan rambut termasuk juga parfum dan hair spray. Usai bepergian, sebaiknya simpan perhiasan di tempat khusus yang beralaskan bahan lembut. Saat penyimpanan, pisahkan perhiasan satu sama lain karena gesekan bisa menimbulkan gores.

Hindari menggunakan perhiasan sepanjang waktu terutama saat berenang karena kandungan khlorin pada air kolam dapat memburamkan kilau emas. Selain itu, jangan gunakan perhiasan saat melakukan pekerjaan rumah seperti mencuci dan memasak.

Agar selalu berkilau, perhiasan juga harus dibersihkan secara berkala dari keringat, debu dan kotoran lain yang melekat. Caranya, siapkan air hangat yang sudah ditetesi cairan pencuci piring dalam mangkok. Sikat perhiaan dengan sikat gigi berbulu lembut sampai debu terbuang. Setelah bersih, keringkan dengan kain lembut dengan cara ditekan-tekan. Sumber :PadangKini.com

Empat Alasan Perhiasan Emas Jadi Favorit Wanita

Emas - Salah satu aksesoris yang digemari sepanjang masa adalah emas. Yap! Perhiasan yang satu ini memang dapat dibentuk menjadi aneka aksesoris seperti anting, gelang, cincin, kalung, dll. Selain cocok dikenakan hampir dalam gaya busana, emas juga dapat meningkatkan prestise pemakainya. Lalu kira-kira apa saja ya alasan perhiasan emas menjadi favorit kaum perempuan?

Ilustrasi emas1. Emas selain dijadikan perhiasan, juga berfungsi sebagai sarana berinvestasi. Apalagi harga emas selalu naik setiap tahun.

2. Harganya yang mahal membuat perhiasan dapat mendongkrak gengsi pemakainya.

3. Emas cenderung awet digunakan sehari-hari dan kecil kemungkinannya untuk berubah wujudnya. Pada saat pernikahan pun emas biasanya dijadikan maskawin, karena sifatnya yang abadi dan tak mudah rusak.

4. Jarang sekali ada wanita yang alergi terhadap perhiasan emas. Emas jarang mengiritasi kulit seperti perhiasan dari plastik, perak, atau material lain.

Jika Anda merupakan salah satu penggemar perhiasan emas, ada baiknya Anda memahami cara-cara memakai perhiasan emas yang benar. Hal itu selain dapat membuat Anda nampak fashionable, juga agar perhiasan Anda terjaga keamanannya. (Ilustrasi ist) . Sumber : Astaga.com

Batu Permata Produksi Dalam Negeri Banyak yang Bertuah


Permata

Rabu, 23 September 2009 | 15:51 WIB
DENPASAR, KOMPAS.com — Perajin Bali tampaknya lebih senang menggunakan batu permata produksi dalam negeri dalam memenuhi permintaan perhiasan perak dan emas yang dipadukan dengan permata, yang datang dari konsumen mancanegara.

Batu permata produksi dalam negeri yang dimanfaatkan untuk kelengkapan perhiasan logam oleh perajin Bali itu, antara lain, didatangkan dari Kalimantan, Jawa, dan Sumatera.

"Kami sudah berkurang jauh dalam mengimpor batu permata atau logam mulia sebagai bahan baku kerajinan untuk memenuhi permintaan konsumen mancanegara, terutama yang datang dari Amerika Serikat (AS)," kata Made Asmara SH, pengusaha dan eksportir aneka kerajinan Bali, ketika ditemui di Desa Celuk, Kabupaten Gianyar, Rabu (23/9).

Ia bersama pengusaha kerajinan perhiasan lain, sebelumnya tercatat mendatangkan batu permata dari Thailand, China, India, dan negara produsen lainnya. Namun, belakangan ini batu permata dari Indonesia juga mulai disenangi pembeli mancanegara.

Batu permata produksi daerah-daerah di Nusantara juga banyak yang bertuah, dan informasi itu dipercayai calon konsumen. Sejalan dengan itu, cukup banyak batu permata dari daerah lain di Nusantara yang kini didatangkan ke Bali, sedangkan mutunya tidak kalah dengan yang diimpor dari negara lain.

Akibat resesi ekonomi global yang melanda negara konsumen perhiasan, seperti AS dan negara-negara di kawasan Eropa, maka pesanan yang diterima pengusaha kerajinan perak yang umumnya ada di Desa Celuk, Gianyar, belakangan ini agak berkurang, tepatnya berfluktuasi.

Syukur-syukur kini ada wisatawan dalam negeri, terutama asal Jakarta, Bandung, Surabaya, dan kota-kota besar lainnya yang menyenangi perhiasan dari perak berupa cincin, gelang, dan kalung. "Walaupun dalam jumlah kecil, namun kondisi ini sangat menolong perajin setelah ekspor mulai berkurang," kata Made.

Wisatawan dalam negeri dalam liburan Lebaran membanjiri pusat-pusat kerajinan di Sukawati, Ubud, dan sepanjang jalan raya Desa Celuk. Banyak di antara mereka yang berbelanja barang oleh-oleh sebagai koleksi diri sendiri ataupun untuk diberikan kepada teman dan kerabatnya.

Krisis ekonomi global yang mulai dirasakan pengusaha Bali menyebabkan realisasi ekspor impor mutiara, batu permata, logam mulia, dan perhiasan imitasi lainnya berfluktuasi, dan jumlah impor relatif sedikit jika dibandingkan ekspornya, ungkap laporan Bank Indonesia Denpasar.

Sesuai laporan tersebut, impor mutiara, batu permata, logam mulia, dan perhiasan imitasi lainnya selama Januari-Juni 2009 tercatat bernilai 7,5 juta dollar AS, sedangkan realisasi ekspor mata dagangan sejenis selama periode yang sama bernilai 26,7 juta dollar AS.

Hal ini artinya, perdagangan luar negeri khusus aneka barang perhiasan Bali mengalami surplus 19,2 juta dollar AS selama enam bulan pertama 2009.

Perhiasan Emas Khas Bali

“Kerajinan adalah aset budaya sekaligus juga aset pariwisata,” demikian ditegaskan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Jero Wacik, saat membuka peluncuran produk-produk para perajin nusantara untuk ditempatkan di mini souvenir shop hotel-hotel sebagai jalur pemasaran berbagai souvenir khas Indonesia, beberapa waktu lalu.

Sebuah pernyataan yang menggambarkan betapa produk kerajinan mempunyai peran yang tidak sedikit dalam upaya mendongkrak kunjungan wisatawan. Maka tidaklah berlebihan jika upaya untuk memajang produk-produk kerajinan di mini souvenir shop hotel-hotel, mendapat pujian dari sejumlah kalangan.

Mereka menilai, langkah ini sebagai langkah jitu mengingat produk-produk kerajinan khas daerah-daerah di Indonesia sudah mendapat tempat di hati para wisatawan, baik wisatawan nusantara maupun mancanegara.

Sebagai sebuah souvenir atau cenderamata, produk-produk kerajinan memang tidak bisa dilepaskan dengan dinamika kehidupan pariwisata. Dengan kata lain, di mana ada tempat wisata, di situ dapat dijumpai aneka cenderamata. Umumnya, produk-produk cenderamata diperdagangkan di situ adalah cenderamata khas daerah di mana objek wisata tersebut berada.

Belakangan, pertumbuhan bisnis cenderamata ini pun lumayan subur karena didukung oleh kecenderungan wisatawan untuk membawa oleh-oleh sebagai kenangan-kenangan kalau dirinya pemah mengunjungi daerah tertentu. Di sisi lain, fenomena ini dengan sendirinya akan mendongkrak perekonomian para perajin karena produk-produk mereka dibeli para wisatawan.

Dalam skala yang lehih besar, produk cenderamata juga turut memberikan sumbangsih bagi perekonomian nasional. Tapi lebih dari itu, sebagai sebuah karya seni yang tercipta dari tangan-tangan terampil, kerajinan juga merupakan simbol dan identitas budaya yang tak ternilai harganya.

Bagi banyak orang, emas adalah perhiasan yang paling lazim dikenakan. Karena itu emas pun sangat populer di kalangan masyarakat. Berbagai jenis perhiasan dari emas seperti kalung, gelang, cincin dan anting, tidak lagi menjadi sesuatu yang istimewa.

Namun ada jenis perhiasan dari emas yang cukup unik dan menarik, yakni sebuah BROS dengan karakter dan sentuhan khas Bali. Dengan sentuhan imajinatif dari seorang perajin bernama I Nyoman Djabud, unsur etnik Bali memang sangat ditonjolkan dalam perhiasan emas bertahta batu mulia berwarna warni ini.

Melalui karya-karya nernuansa etnik Bali inilah, I Nyoman Djabud berhasil meraih penghargaan Upakarti.

Sumber: Majalah Travel Club

Category: News